Sabtu, 07 April 2012

Metode Klasifikasi Data


Tiba-tiba saja saya pengen posting ini gara-gara habis ngerjain tugas mata kuliah kuliah Kartografi Tematik semalam suntuk. Sekedar untuk sharing ilmu yaa... Mengenai metode klasifikasi data... Sebelumnya, mari kita kenali dulu apa itu klasifikasi. Klasifikasi adalah suatu kegiatan pengelompokan data secara sistematis berdasarkan karakteristik tertentu. Sebelum melakukan klasifikasi, perlu diketahui sifat dan ukuran dari data yang akan diklasifikasikan. Data yang digunakan umumnya adalah data-data statistik yang berupa deretan angka-angka  yang menunjukkan suatu karakteristik. Data yang berupa deretan angka tersebut perlu dikelompokkan sesuai dengan tujuan dan maksud dari proses klasifikasi tersebut. Dalam mengelompokkan atau menyusun data yang berupa deretan angka-angka tersebut, biasanya dilakukan dengan menentukan interval kelasnya. Namun sebelum menentukan interval, harus ditentukan dulu jumlah kelasnya menggunakan Rumus Sturgess.

Jumlah kelas = 1+3,3 log n , dengan n = jumlah data

Dalam menentukan kelas interval, dapat digunakan lima metode, yaitu : metode interval teratur, interval aritmatik, interval geometri, interval kuantiles, dan dispersal graph. 

1.       Metode interval teratur
Untuk menentukan besarnya interval (x), menggunakan rumus :

X = (B - A) / jumlah kelas , dengan B = nilai data tertinggi, dan A = nilai data terendah

Penentuan interval kelasnya,

Kelas I = A sampai A + x
Kelas II = (A + x) + 1 sampai (A + x + 1) + x , dan seterusnya sampai kelas terakhir

2.      Metode interval aritmatik
Besarnya interval menggunakan rumus : 

A + x + 2x + 3x + ... + nx = B
(x + 2x + 3x + ... + nx) => disesuaikan dengan jumlah kelasnya

Penentuan interval kelasnya,

Kelas I = A sampai A + x
Kelas II = (A + x) + 1 sampai (A + x + 1) + 2x  , dst.

3.      Metode interval geometri
Besarnya interval ditentukan menggunakan rumus :

Xn = B/A , dengan n = jumlah kelas

Penentuan interval kelasnya, 

Kelas I = A sampai Ax
Kelas II = Ax + 1 sampai Ax2 , dst.

4.      Metode interval kuantiles
Besarnya interval ditentukan dengan rumus :

X = jumlah data / jumlah kelas

Penentuan interval kelasnya berdasarkan pada urutan data. Misal besar intervalnya adalah 5, maka kelas I adalah data ke 1 – 5, kelas II adalah data ke 6 – 10, dst. 

5.      Metode dispersal graph
Metode ini dilakukan pada sebuah grafik yang hanya memiliki sumbu x saja yang mewakili nilai data. Semua data yang digunakan, kemudian di-plot pada grafik ini. Setelah semua data di-plot pada grafik, akan terlihat distribusi dari data-data tersebut. Pembagian kelas mengacu pada distribusi data dengan ketentuan, data yang mengelompok dimasukkan dalam satu kelas dengan cara menarik garis sebagai batas antara kelas yang satu dengan kelas yang lainnya. Dalam penarikan batas antar kelas memang cukup relatif, sehingga tiap orang akan mempunyai persepsi yang berbeda-beda dalam menentukan batasnya.

Dan setelah semaleman ngerjain, akhirnya jadi juga.. hasilnya berupa Peta Hasil Klasifikasi dari tiap metode tersebut, jadi total ada lima peta. Di bawah ini adalah contoh peta hasil klasifikasi dari salah satu metode,


Ini adalah Peta Hasil Klasifikasi Jumlah Kepala Keluarga di Kecamatan Ponjong dengan Metode Interval Aritmatik. Jumlah datanya ada 11, dan terbagi menjadi lima kelas. Karena datanya rasio, dalam penggambaran petanya manggunakan variabel visual nilai yang divisualisasikan dengan gradasi warna. Warna yang cerah, menunjukkan data yang bernilai kecil, semakin gelap warnanya menunjukkan bahwa data yang diwakilinya semakin besar nilainya.
Semoga bermanfaat... :)

2 komentar: