Jumat, 12 Oktober 2012

ASTHA BRATA

Astha berarti delapan, brata berarti bertapa. Namun dalam hal ini brata juga dapat diartikan sebagai watak, yang berarti bahwa Astha Brata merupakan suatu ajaran mengenai delapan watak yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin dalam mengemban tugasnya. Dalam cerita pewayangan baik Mahabarata maupun Ramayana, keduanya juga mengenalkan ajaran Astha Brata. Ajaran Astha Brata dalam versi Ramayana dibeberkan oleh Prabu Ramawijaya (titisan Bathara Wisnu) kepada Raden Wibisana, ketika Wibisana akan dilantik menjadi raja di Alengka, dalam Lakon Bedhah Ngalengka. Sedangkan dalam versi Mahabarata, ajaran Astha Brata diwejangkan oleh Prabu Sri Bathara Kresna (juga titisan Bathara Wisnu) kepada Raden Arjuna dalam Lakon Wahyu Makutharama. 
Ajaran Astha Brata tersebut berisikan tentang delapan watak / perilaku yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Delapan watak tersebut adalah sebagai berikut,
1. Watak Surya
Seorang pemimpin dalam mengemban tugasnya harus mengilhami watak Surya atau Matahari. Matahari merupakan sumber penghidupan dan mampu menumbuh kembangkan unsur - unsur yang ada di Bumi. Artinya, seorang pemimpin harus bisa memberikan pengarahan dalam mengembangkan rakyatnya agar dapat terus berkarya untuk memajukan bangsanya.
2. Watak Candra
Candra berarti bulan. Bulan senantiasa memantulkan cahaya dan dapat menerangi di malam hari yang gelap. Artinya, seorang pemimpin harus dapat memberikan pencerahan dan selalu bisa menginspirasi rakyatnya ketika sedang menghadapi kesulitan.
3. Watak Kartika
Kartika berarti bintang. Dalam kehidupan sehari - hari, bintang dapat digunakan sebagai penunjuk arah di malam hari. Sehingga seorang pemimpin, hendaknya dapat memberikan petunjuk atau arahan kepada rakyatnya untuk selalu berada pada jalan yang benar. Pemimpin berkewajiban untuk menjadi teladan bagi rakyatnya, serta selalu mengingatkan apabila rakyatnya berada pada jalan yang salah dalam menjalani kehidupan.
4. Watak Ngakasa
Ngakasa atau angkasa mempunyai sifat yang luas. Dalam hal ini seorang pemimpin harus memiliki wawasan dan pemikiran yang luas sehingga dapat membangun dan mengembangkan bangsanya menuju kehidupan yang lebih baik. Luas dalam hal ini juga dapat diartikan bahwa pemimpin harus bisa menampung segala aspirasi dari rakyatnya, serta mampu mengambil kebijakan yang tepat sasaran.
5. Watak Samudera
Samudera memiliki permukaan yang rata, dan dalam hal ini melambangkan keadilan. Artinya seorang pemimpin harus bersikap adil kepada rakyatnya. Tidak membeda - bedakan antara satu dan yang lainnya.
6. Watak Maruta
Maruta berarti angin. Angin mempunyai sifat dapat menuju ke berbagai tempat. Maksudnya, seorang pemimpin harus mau merambahi ke berbagai tempat dalam wilayah kekuasaannya. Dalam memberikan pengayoman kepada rakyatnya, jangan hanya terpusat pada wilayah tertentu saja. Namun juga harus memeperhatikan wilayah - wilayah terpencil, seperti wilayah perbatasan, pedalaman, dan yang lainnya.
7. Watak Dahana
Dahana adalah api. Dalam hal ini api melambangkan ketegasan. Api akan membakar apa saja yang ada di sekitarnya tanpa pandang bulu. Sehingga seorang pemimpin hendaknya mampu bersikap tegas kepada rakyatnya tanpa memandang derajad dan martabat. Apabila terdapat rakyatnya yang melanggar aturan  entah itu saudara atau kerabat, maka wajib dikenai sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
 8. Watak Bumi
Bumi melambangkan sifat pemurah karena mampu menyediakan segala unsur yang dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya. Artinya, seorang pemimpin harus bersifat pemurah kepada rakyatnya. Rela menyumbangkan tenaga, harta, dan pikiran kepada rakyat yang membutuhkan demi kesejahteraan kehidupan bangsanya.
Sekian... :)

Jumat, 28 September 2012

Hikmah Kuliah PKn

Sebuah kekesalan yang mengandung hikmah...
Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang kedua kalinya, karena suatu musibah.. Dan setiap pertemuan, pak dosen selalu memberikan tugas. Awal kuliah saya tidak mengumpulkan tugas, akibatnya saya dihukum untuk mengerjakan tugas menggunakan MESIN KETIK MANUAL... edyaan tenan kok... 
Galau, bingung, kesal, campur aduk awalnya.. tapi, saya merasa sudah tua, sehingga tidak begitu saya pikirkan. Selanjutnya, saya mulai mencari-cari mesin ketik manual yang keren itu tetapi apadaya, tidak ada hasil. Santaeee, prinsip saya... akeh kancane... 
Dan alhamdulillah... akhirnya saya berhasil menemukan "SINTA KETIK MANUAL", tepatnya di dekat bangjo pertigaan Jalan Gejayan (timur UNY).
Di saat saya sedang menunggu tugas saya diketik oleh ibuke, tiba-tiba saja hati saya tersentuh. Masih ada saja orang mengais rizki dengan cara membuka rentalan mesin ketik manual di tengah-tengah gencarnya teknologi komputer yang jauh lebih praktis dan canggih. Padahal setiap harinya, belum tentu ada orang yang mau menggunakan jasanya. Sedangkan dia masih harus menghidupi keluarganya. Dibelakangnya, masih ada mulut-mulut yang harus dia beri makan dengan uang hasil rentalan ketiknya, dan belum tentu uang itu cukup.  Semakin banyak mulut, semakin banyak pula uang yang harus dia peroleh dari jasa rental ketik manualnya. 
Kekesalan yang awalnya memuncak pada diri saya, tiba-tiba saja sirna dan berubah menjadi rasa bahagia karena Tuhan telah memberikan kesempatan bagi saya untuk dapat membantu ibu itu menghidupi keluarganya, walapun hanya dengan tiga lembar kertas tugas... Dan saya sadar, ternyata beban yang saya tanggung itu belum seberapa, dibandingkan dengan beban yang harus ditanggung oleh ibu itu. 
Kesimpulannya, jangan pernah mengeluh dengan permasalahan yang harus kita hadapi, karena masih banyak oranglain yang mempunyai permasalahan yang jauh lebih berat dari pada kita. Mari saling membantu... :)

 

Sabtu, 07 April 2012

Metode Klasifikasi Data


Tiba-tiba saja saya pengen posting ini gara-gara habis ngerjain tugas mata kuliah kuliah Kartografi Tematik semalam suntuk. Sekedar untuk sharing ilmu yaa... Mengenai metode klasifikasi data... Sebelumnya, mari kita kenali dulu apa itu klasifikasi. Klasifikasi adalah suatu kegiatan pengelompokan data secara sistematis berdasarkan karakteristik tertentu. Sebelum melakukan klasifikasi, perlu diketahui sifat dan ukuran dari data yang akan diklasifikasikan. Data yang digunakan umumnya adalah data-data statistik yang berupa deretan angka-angka  yang menunjukkan suatu karakteristik. Data yang berupa deretan angka tersebut perlu dikelompokkan sesuai dengan tujuan dan maksud dari proses klasifikasi tersebut. Dalam mengelompokkan atau menyusun data yang berupa deretan angka-angka tersebut, biasanya dilakukan dengan menentukan interval kelasnya. Namun sebelum menentukan interval, harus ditentukan dulu jumlah kelasnya menggunakan Rumus Sturgess.

Jumlah kelas = 1+3,3 log n , dengan n = jumlah data

Dalam menentukan kelas interval, dapat digunakan lima metode, yaitu : metode interval teratur, interval aritmatik, interval geometri, interval kuantiles, dan dispersal graph. 

1.       Metode interval teratur
Untuk menentukan besarnya interval (x), menggunakan rumus :

X = (B - A) / jumlah kelas , dengan B = nilai data tertinggi, dan A = nilai data terendah

Penentuan interval kelasnya,

Kelas I = A sampai A + x
Kelas II = (A + x) + 1 sampai (A + x + 1) + x , dan seterusnya sampai kelas terakhir

2.      Metode interval aritmatik
Besarnya interval menggunakan rumus : 

A + x + 2x + 3x + ... + nx = B
(x + 2x + 3x + ... + nx) => disesuaikan dengan jumlah kelasnya

Penentuan interval kelasnya,

Kelas I = A sampai A + x
Kelas II = (A + x) + 1 sampai (A + x + 1) + 2x  , dst.

3.      Metode interval geometri
Besarnya interval ditentukan menggunakan rumus :

Xn = B/A , dengan n = jumlah kelas

Penentuan interval kelasnya, 

Kelas I = A sampai Ax
Kelas II = Ax + 1 sampai Ax2 , dst.

4.      Metode interval kuantiles
Besarnya interval ditentukan dengan rumus :

X = jumlah data / jumlah kelas

Penentuan interval kelasnya berdasarkan pada urutan data. Misal besar intervalnya adalah 5, maka kelas I adalah data ke 1 – 5, kelas II adalah data ke 6 – 10, dst. 

5.      Metode dispersal graph
Metode ini dilakukan pada sebuah grafik yang hanya memiliki sumbu x saja yang mewakili nilai data. Semua data yang digunakan, kemudian di-plot pada grafik ini. Setelah semua data di-plot pada grafik, akan terlihat distribusi dari data-data tersebut. Pembagian kelas mengacu pada distribusi data dengan ketentuan, data yang mengelompok dimasukkan dalam satu kelas dengan cara menarik garis sebagai batas antara kelas yang satu dengan kelas yang lainnya. Dalam penarikan batas antar kelas memang cukup relatif, sehingga tiap orang akan mempunyai persepsi yang berbeda-beda dalam menentukan batasnya.

Dan setelah semaleman ngerjain, akhirnya jadi juga.. hasilnya berupa Peta Hasil Klasifikasi dari tiap metode tersebut, jadi total ada lima peta. Di bawah ini adalah contoh peta hasil klasifikasi dari salah satu metode,


Ini adalah Peta Hasil Klasifikasi Jumlah Kepala Keluarga di Kecamatan Ponjong dengan Metode Interval Aritmatik. Jumlah datanya ada 11, dan terbagi menjadi lima kelas. Karena datanya rasio, dalam penggambaran petanya manggunakan variabel visual nilai yang divisualisasikan dengan gradasi warna. Warna yang cerah, menunjukkan data yang bernilai kecil, semakin gelap warnanya menunjukkan bahwa data yang diwakilinya semakin besar nilainya.
Semoga bermanfaat... :)

Jumat, 06 April 2012

under pressure

Kehidupan manusia tidak akan pernah lepas dengan yang namanya dinamika. Kehidupan memang kadang menyenangkan dan kadang juga menyedihkan. Jadi, tergantung bagaimana cara kita menyikapi adanya dinamika kehidupan tersebut, dan tentunya setiap orang mempunyai cara yang berbeda untuk menyikapinya. Dan inilah yang sedang saya alami saat ini, ketika hal-hal yang memberatkan mulai berbondong-bondong menghantui. Ibarat orang yang bermain judi dengan kartu, saya sedang mendapatkan kartu-kartu jelek dan tak ada hasil yang didapat kecuali ratapan kesedihan yang mengiringi hilangnya uang taruhan. It's okay, because I believe that I will never find nothing. Ketika terlalu banyak tuntutan dan beban yang menempa, ketika apa yang saya usahakan berakhir sia-sia, dan ketika kesedihan selalu datang tanpa ada habisnya... pasti ada jalan keluar dan akhir yang bahagia. Ya, Tuhan pasti mempunyai rencana lain untuk saya. Karena di balik semua ini, diam-diam proses kedewasaan dalam diri kita akan mulai terbentuk secara perlahan-lahan sesuai dengan usaha yang sudah kita lakukan. Sabar adalah kuncinya...